About
Created by helen on 26 Jul 2006 | Tagged as: Pernak-pernik
Hi, my name is Helen, I’m married to the greatest husband on earth, Harry Sufehmi (right, I just managed to inflate his ego and it’s about to explode now!).
I currently (2006) have 4 kids; Anisah, Sarah, Umar, Aminah. They’re quite a handful, but I love them to pieces. To love and be loved is the greatest thing ever.
That’s about me, how are you ?
Hi There,
My name is Rebecca Rusak, I was married to a Kris J Rusak, son of Thaddeus Philp Rusak, USA. I know the family came from Poland. They all spoke polish as well as English. I heard that they still have relatives in warsaw. Perhaps there is a bloodline??
Rebecca
Hi Rebecca, I’m sorry to disappoint, but I don’t know anything about Rusak family.
Rusak happened to be a word in Indonesian language.
Hope you’ll find what you’re looking for.
Best wishes,
Helen
Halo mbak Helen…
Saya sudah lama denger tentang HS, tapi baru baca-baca 2 hari ini. Saya ingin tau bagaimana cara mengikutinya.
Saya punya 1 anak perempuan(anak tunggal) yang sedang sekolah SD negri di Lombok,NTB.
Cukup banyak ketidak puasan saya terhadap kebijakan sekolah…..
Diantaranya, kamar mandi kotor dan bau, tidak ada tindakan apa-apa bila ada anak yang kena pukul temannya. Hampir setiap hari ada aja yg celaka…pokoknya macam-macam deh.
Tapi yg paling merisaukan saya adalah dilaksanakanya imunisasi dadakan alias tanpa ijin pada ortu murid. Tanpa ada penjelasan terlebih dahulu.
Ketika saya tanya pihak sekolah, saya langsung dibentak-bentak dan dimarahi oleh kepala sekolah.
Oleh karenanya, saya ingin mengikuti HS untuk anak saya, tapi saya ragu apakah:
1.anak saya nanti bisa diterima di Sekolah umum seperti SMP atau SMA bahkan univrsitas.
2.saya mampu menjadi guru di rumah untuk anak saya
3. Mahal biayanya?
4. Dunia sosialnya akan terganggu?
Mohon penjelasannya, Trimakasih
Halo mbak Mira, saya Harry, suaminya Helen. Kebetulan ybs belum menjawab, saya coba jawab sebisa saya dulu :
1. Bisa, yaitu dengan ujian persamaan. Ujian persamaan ini bisa didapatkan dengan menghubungi Diknas di lokasi anda.
2. Bisa, atau bisa juga dengan menyewa guru untuk datang ke rumah.
Dan biayanya tidak terlalu mahal - biaya sekolah mahal karena ada banyak komponen lainnya (biaya gedung, tanah, profit bagi pemilik sekolah, dst). Komponen biaya gaji gurunya sendiri kecil
Jadi cukup dengan mengajak beberapa anak tetangga lainnya dan urunan, maka sudah cukup untuk menggaji satu guru lebih besar daripada jika guru ybs bekerjadi suatu sekolah
3. sudah terjawab di poin 2
4. Tidak masalah. Kebetulan di kompleks saya ada banyak anak2, jadi jadwal homeschoolingnya kita samakan dengan jam sekolah, lalu ketika kawan2nya kembali dari sekolah maka anak2 kami juga sudah selesai homeschoolingnya; dan mereka bisa main bersama.
Justru ketika di sekolah malah bermasalah, dan masalahnya aneh-aneh. Ada anak laki2 yang hobinya menganiaya anak perempuan. Ada yang kleptomania. Dan lain-lainnya, dan sama dengan mbak Mira, pihak sekolah/guru tidak peduli dengan laporan kita.
Padahal pada kasus saya, ketika itu sekolahnya adalah sekolah swasta yang cukup bonafid.
Mudah2an cukup menjelaskan, trims.
Hello bu Helen,
Nama saya Angel. Saya punya anak laki-laki usia 6,5th
yang pada saat ini baru saja masuk kelas 1 SD. Sejak
awal saya sudah agak ragu dengan sistem pendidikan
sekolah reguler karena anak saya lebih berminat pada
kegiatan yang lebih bersifat fisik. Pada saat ini anak
saya sangat interest dengan olah raga tenis lapangan.
Dan saya dan suami juga ingin sekali memberikan
dukungan untuk minatnya ini. Saya interest sekali
dengan program homeschooling, tapi pada saat ini saya
dan suami masih aktif bekerja dan belum bisa resign
dari tempat kami bekerja. Menurut bu Helen, untuk
homeschooling apakah bisa mendatangkan guru privat ke
rumah?
Terima kasih sebelumnya bu. Kalau memungkinkan saya
ingin sekali bisa ketemu dan berbicara langsung dengan
ibu.
Best Regards,
Angel